Kamis, 16 April 2015

Yup. Nothing!

Bismillah...


Sedikit aneh mungkin dengan kalimat di atas, tapi itu nyata dimulai dari "everything" dan berakhir dengan "nothing". Mengapa?

Ketika seorang manusia berharap kepada manusia lainnya atau bahkan yang lainnya bukan berharap kepada tuhannya maka kecewa yang akan didapat. kecewa mungkin itu kata yang tepat, perasaan yang menikung tajam dari harapannya kemudian dipatahkan dengan kata tanpa tapi, kecewalah akhirnya. Andaikan dari awal kita menggantungkan harapan hanya kepada Allah maka tak akan mungkin ada kata kecewa. Bukankah sebagai seorang hamba harusnya kita sadar bahwa Allah yang menentukan semuanya, memberikan jalan terbaiknya, mentakdirkan keindahan yang memang sangat baik untuk hambanya. Mengapa masih kecewa?

Ikhlaskan, maka kelak kau dapatkan obat kecewamu, mungkin tak sesuai dengan harapan-harapanmu tapi itu terbaik untukmu, mungkin menurutmu itu tak baik tapi Allah berkata itu yang terbaik. Maka ikhlaskan, suatu saat kau akan tau mengapa semua terjadi, mengapa tak sesuai dengan harapan-harapanmu, jalani saja semuanya dengan apa adanya dirimu bukan karena keterpaksaan, orang yang baik untukmu adalah orang yanng menerima bukan orang yang menjadikanmu seperti apa yang Ia mau.

Jangan pernah berlabihan apalagi dalam urusan perasaan, cinta yang hakiki itu hanya milik tuhanmu, milik Allah bukan milik orang yang memang belum tentu baik untuk kamu!
Say "Allah is everything" maka tak akan pernah ada kata "nothing" dalam hidupmu, Allah itu sandaran hati yang tak pernah mengecewakan, gantungkan semua harapan-harapan terbaikmu kepada-Nya. Semoga semua harapan-harapan baikmu memang benar-benar terbaik untuk mu, selalu ada tempat untuk bersujud walau tak ada lagi sandaran yang kokoh di sisimu.

Ketika Allah sedang rindu maka bersujudlah, bersegeralah mengingat-Nya bukan malah menjauhinya, Semoga selalu berada pada jalan yang baik sehingga menjadikan dirimu juga orang-orang baik. semoga bermanfaat

Selasa, 16 Desember 2014

Cakrawala indah namun tertutup kelabu
Senja yang nyata kian memudar
Mentari yang cerah tak lagi tampak sinarnya
Angin yang berhembus tak terasa
Pasir putih kelabu itu kini menghitam
Desiran ombak seakan tak lagi bersahabat
Karang tak lagi setegar dulu
Dan aku masih terpaku
Diam dalam kesunyian
Membisu dan terus membisu
Salahkah?
Aku merindukan cakrawala nyata
Aku rindu keindahan senja
Aku rindu indahnya mentari
Dan aku rindu berlari di atas pasir putih itu
Aku merindukan desiran ombak
Kini hanya kenangan

Fatamorgana di tengah kegersangan

Sabtu, 11 Oktober 2014

Jangan Pernah Bosan Untuk Katakan "Alhamdulillah"

Semakin ku tahu apa arti kehidupan, setelah rabb-ku memberikan sejuta nikmat yang tak berbayar. Sebagai insan yang memang tak pernah sempurna aku memang sangat tak pantas untuk mengeluh, aku? hanya aku? bahkan kita semua, memang tak pernah pantas mengeluh. Maka benarlah firman-Nya  فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ   "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S Ar-Rahman :40). Sungguh Allah telah memberikan semua apa yang kita butuhkan, walau kadang diri ini selalu berharap Allah memberikan apa yang kita inginkan. Maka cukuplah untuk mu ucapan "Alhamdulillah" agar kau tahu bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.